wisata budaya: tradisi sedekah bumi di puncak Lereng Kelir desa Brongkol
Tradisi
Sedekah Bumi di Puncak Lereng Kelir, Desa Brongkol
Sedekah
bumi dilakukan para warga Lereng Kelir, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu,
Kabupaten Semarang sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta.
Kegiatan
sedekah bumi ini diawali para warga dengan berjalan sejauh 1,5 kilometer untuk
melakukan sedekah bumi di puncak Lereng Kelir dengan ketinggian 1200 meter di
atas permukaan air laut. Para warga berbondong-bondong berjalan dengan membawa
gunungan berupa nasi tumpeng, buah, dan sayur-sayuran yang merupakan hasil
bumi. Dan sesampainya di puncak Lereng Kelir, para warga yang ikut dalam
arak-arakan pawai tersebut akan melakukan doa bersama sebagai wujud dan
ungkapan rasa syukur mereka atas panen yang melimpah ruah, warga Desa Lereng
Kelir juga bersyukur atas keindahan alam yang bisa dijadikan objek wisata. Dan
acara tradisi sedekah bumi ini di akhiri warga dengan makan bersama usai
rebutan gunungan hasil bumi.
Sedekah
Bumi atau bersih desa adalah suatu ritual budaya peninggalan nenek moyang sejak
ratusan tahun lalu. Di masa Hindu, ritual tersebut dinamakan sesaji bumi atau
laut. Dan di masa Islam, terutama masa Walisongo ritual budaya sesaji bumi
tersebut tidak dihilangkan namun dipakai sebagai sarana untuk melestarikan atau
mensyiarkan ajaran Iman dan Takwa secara Islam. Para Wali menumpang ritual
budaya sesaji bumi atau laut yang dulunya untuk alam diubah namanya menjadi
sedekah bumi yang diberrikan kepada manusia khususnya anak yatim dan fakir
miskin tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.
Tradisi
sedekah bumi ini menurut Talcott Parsons
dilakukan para warga Lereng Kelir, Desa Brongkol sebagai alat keseimbangan
sosial. Sebab fungsi dari sedekah bumi ini sebagai pemersatu masyarakat dan
peningkatan solidaritas. Dan karena fungsi inilah mengapa tradisi sedekah bumi
masih bertahan di Desa Brongkol dari dahulu kala hingga sekarang ini. Sebab concern utama masyarakat Desa Brongkol
sendiri pada peningkatan solidaritas warga masyarakatnya.
Let's go to Brongkol!
translation in English :
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/indonesian-tradition-earthalms-sedekah.html
https://desawisatabrongkol.blogspot.com/2019/08/indonesian-tradition-earthalms-sedekah.html
E-mail: sekretariatdesabrongkol@yahoo.com


Komentar
Posting Komentar